Kalau Saya jadi Pengusaha

Pada tahun 2015 merupakan sebuah zaman atau era dimana aliran barang, jasa, dan investasi akan terbuka untuk segenap penduduk negara-negara ASEAN yang disebut dengan zaman Masyarakat Ekonomi ASEAN  (MEA) dalam bahasa Ingris dengan sebutan ASEAN Economic Community (AEC)

Kalau saya jadi pengusaha sebelum MEA saya membuat pabrik dan pemasaran diseluruh negara-negara ASEAN, tetapi pada era MEA akan berpikir ulang kenapa saya harus membuat pabrik/manufaktur banyak-banyak dan pemasaran disemua Negara ASEAN, karena setelah dipelajari dimana aliran barang, jasa, dan investasi akan terbuka untuk segenap penduduk negara-negara ASEAN,  jadi pabrik saya akan direlokasi dari 6 negara ke satu negara saja, sedangkan perwakilan pemasaran tetap ada disetiap negara ASEAN.

Berapa milyar dollar saya akan menghemat biaya pertahun dengan hanya membangun atau memperbesar pabrik hanya di satu Negara ASEAN saja, setelah saya melakukan studi banding ke semua negara tujuan pembuatan pabrik, maka saya akan pilih negara yang paling menguntungkanlah buat investasi perusahaan saya. saya akan bangun Pabrik disana.

Kalau saya jadi pengusaha akan saya bandingkan dari semua segi biaya dan resiko yang akan dihadapi dari setiap Negara ASEAN, misalanya:

Tenaga Kerja

Kalau Saya jadi Pengusaha – Saya akan membandingkan undang-undang ketenagakerjaan dari semua negara ASEAN, dan peraturan pelaksanaannya, seperti:

  1. Upah regional
  2. Tunjangan-tunjungan
  3. Tarif pajak pekerja
  4. Serikat buruh
  5. Dan lain-lain sebagainya.

Kalau ini tidak menguntungkan menurut konsultan saya, saya akan merealokasi pabrik saya.

Demontrasi buruh

Kalau Saya jadi Pengusaha – Saya akan memperhitungkan Berapa kali dalam setahun demo para buruh, apakah dengan demo-demo tersebut akan menggangu usaha saya?apakah perusahaan telah mengalami memogokan kerja? berapa kerugian dari pemogogan kerja tersebut?

Setelah dihitung menurut konsultan saya ternyata kerugiannya sangat besar, maka menjadi pertimbangan saya untuk merealokasi pabrik saya.

Undang-undang yang terkait dengan UU Ketenagakerjaan

Kalau Saya jadi Pengusaha – saya akan mempelajari adakah UU yang terkait dengan undang-undang ketenegakerjaan, apakah UU tersebut akan menggangu usaha saya, apakah akan menjadi biaya yang tidak terduga dikemudian hari. dan saya intruksikan kepada konsultan saya untuk mempelajarinya.

Politik dalam negeri

Kalau saya jadi pengusaha – saya akan memperhitungkan juga iklim politik di setiap negara ASEAN, mana negara yang paling stabil perpolitikannya maka saya akan memilih untuk membuat pabrik saya disana.

Deregulasi pemerintah.

Kalau Saya jadi Pengusaha – Saya akan mengintruksikan kepada konsultan saya untuk mempelajarinya – saya juga akan mempelajari deregulasi yang dibuat pemerintah untuk memudahkan usaha saya. Apakah deregulasinya baik? Anggap saja diregulasinya sangat baik untuk iklim investasi, tetapi aturan pelaksanaan ke birokrasi ke bawah berbeda jauh dengan deregulasi yang telah dikeluarkan. Hal ini bisa terjadi karena sistem birokrasi tidak jalan sebagaimana mestinya. Apakah itu ditingkat menteri, tingkat dirjen atau ditingkat birokrasi paling bawah?

Apakah koordinasi para menteri terkait sudah baik ataukah masih simpang siur? Atau satu menteri dengan menteri yang lain saling menyalahkan atau bahkan saling bertengkar dan saling kritik terbuka. Maka saya sebagai pengusaha akan memilih salah satu yang terbaik diantara negara-negara ASEAN

Objek Pemasaaran.

Kalau saya jadi pengusaha – saya akan membuat target pemasaran produk usaha saya, apakah saya akan ekpor keluar ASEAN atau saya akan memasarkan khusus di negara-negara ASEAN, maka saya akan melihat jumlah penduduk dari semua umur, tingkat pendapatan, dan kemudahan didalam memasarkan produk usaha saya. Dan untuk memeperluas pemasaran, pasti saya akan menempatkan perwakilan pemasaran di negara tersebut.

Mata uang

Kalau saya jadi pengusaha – saya akan memperhatikan mata uang disetiap negara, apakah mata uangnya stabil atau tidak, bagaimana kalau mata uangnya naik turunnya sangat drastis, apakah mungkin saya memilih negara tersebut?

Mata uang meningkat tajam, apakah karena pabriknya banyak yang tutup atau realokasi ke negara lain, sehingga import menjadi menurun dengan demikian mata uangnya menjadi naik/menguat karena ekpor lebih besar dari pada impor dengan demikian menjadi surplus untuk sementara waktu. Mata uang terus menguat tetapi banyak buruh di PHK karena banyak pabrik yang telah direlokasi ke negara lain. Apakah fenomenanya demikian?

Saya akan memilih membuat atau mempertahankan pabrik dari salah satu negara yang paling stabil mata uangnya.

Inflasi

Saya akan memperhitungkan dan membandingkan tingkat inflasi di negara ASEAN, negara mana yang tingkat inflasinya paling rendah. Dengan stabilnya tingkat inflasi, saya akan lebih mudah menetapkan harga jual produk saya.

Tingkat suku bunga

Tingkat suku bunga hal penting buat usaha saya yang harus perhatikan, karena tidak ada satu pengusahapun tanpa terlibat/melibatkan/pembiayaan dari hutang, oleh sebab itu hutang merupakan komponen biaya yang signifikan terhadap biaya operasional perusahaan, jadi besar kecilnya tingkat suku bunga menjadi pertimbangan saya untuk mempertahankan atau merelokasi pabrik saya.

Sumbar bahan baku

Pabrik yang saya akan bangun dari mana sumber bahan bakunya?, apakah bahan baku dari alam langsung di olah atau bahan baku setengah jadi, maka Pabrik yang akan saya bangun akan memperhitungkan sumber bahan baku untuk memasuk pabrik saya.

Infrastruktur

Infrastruktur merupakan unsur biaya dari segi distribusi produk yang akan saya buat, apakah infrastruktur baik? Saya akan mempertimbangkan pembangunan pabrik saya di salah satu Negara Asian yang paling baik infrastrukturnya.

Energi

Kalau Saya jadi Pengusaha – saya akan memperhitungkan harga energi di Negara ASEAN, saya akan bangun pabrik saya atau mengembangkan pabrik saya yang tersedia dan paling murah biaya energinya, pasti saya akan realokasi pabrik saya jika sumber energi yang mensuplai pabrik saya mahal.

Laporan dari Bawahan

Di dalam pemerintahan yang berkuasa sekarang apakah bawahan melaporkan kepada atasannya ABS (asal bos senang) atau kah akan melaporkan keatasan apa adanya walaupun taruhannya jabatan yang dipangkunya, saya sebagai pengusaha akan mempertimbangkan hal ini walaupun pengaruh terhadap perusahaan sangat kecil, tetapi hal ini juga akan menghambat usaha saya walaupun kecil pengaruhnya.

Banyaknya Partai Politik

Kalau saya menjadi pengusaha – saya akan mempertimbangkan banyak atau sedikitnya partai politik, banyaknya partai politik pasti banyak kepentingan, sedikit partai politik lebih sedikit kepentingan. Pengusaha akan memperhitungkannya karena langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi biaya perusahaan.

Korupsi dan pungutan liar

Kata orang kalau partai politik bebas dari koropsi dan pungutan liar maka negara juga akan bebas dari korupsi dan pengutan liar. Karena partai politik memerlukan biaya untuk berbagai kegiatan partai, apakah betul hal itu? Tetapi saya sebagai pengusaha akan memperhitungkan hal itu.

Penangan korupsi dan pengutan liar, apakah menghilangkannya hanya dengan slogan saja tetapi pada prakteknya tidak demikian.

Penegak hukum sebagai wakil Tuhan di Dunia dan sebagai garda terdepan pemberatas korupsi, apakah tidak mempan disogok, apakah masih dapat disogok? Sebagai pengusaha harus memperhatikan tingkat korupsi di negara tersebut. Karena kalau masih banyak korupsi penyelenggara negara dan penegak hukum, hal ini akan menjadi tidak objektif didalam menetapkan keputusan juga hal ini akan terjadi pada pengusaha

DPR dan Pemerintah

Saya sebagai pengusaha juga harus memperhatikan apakah DPR dan Pemerintah serasi atau tidak? Karena langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi investasi saya. karena undang-undang yang akan dibuat menjadi panjang waktunya, atau malahan menjadi ditunda.

Hukum

Penegak hukum sebagai wakil Tuhan di Dunia apakah menjalankannya sudah objektif? Atau masih kadang-kadang tidak objektif. Penegakan hukum juga sebagai pertimbangan untuk merekolasi atau tidak merelokasi Pabrik saya di negara tersebut. Semakin kepastian hukum jelas semakin baik untuk mempertahankan pabrik saya, bila sebaliknya saya akan merelokasi pabrik saya.

Narkoba

Apakah masyarakat, pejabat, politikus ada terkena atau kecanduan narkoba, kalau banyak saya akan takut mendirikan pabrik saya di Negara tersebut.

Budaya

Budaya akan mempengaruhi etos kerja, iklim investasi, dan lain sebagainya. Apakah masyarakat mudah di adudomba, tersulut emosi, dan lain sebagainya.

Tingkat pendidikan

Tingkat pendidikan di suatu negara merupakan pertimbangan saya untuk investasi, perbandingan lulusan sarjana, lulusan sekolah menengah, lulusan sekolah menengah pertama maupun sekolah SD. Saya akan memperhatikan tingkat pendidikan masyarakat negara tersebut, misalnya saya memperlukan pekerja trampil maka lulusan yang saya akan perhatikan jumlah pekerja dari lulusan sekolah kejuruan, sekolah kejuruan akan lebih trampil dalam menangani untuk membuat produk dari pabrik saya.

Keuntungan dan Kerugian Investasi dari Luar Negeri

Kalau saya menjadi pengusaha luar negeri setelah melakukan kajian diatas pada Negara-Negara ASEAN akan saya simpulkan, apakah saya hengkang dari negara tersebut atau saya akan tetap mempertahankan pabrik saya di negara tersebut, saya tidak akan peduli apakah ngara tersebut banyak pengangguran atau tidak, kalau itu tidak menguntungkan saya akan hengkang dan pabrik saya akan saya pindahkan ke salah satu negara Asean lainnya.

Keuntungan investasi dari luar negeri banyak modal jangka panjang masuk ke dalam negeri, dengan demikian akan banyak lowongan pekerjaan di dalam negeri, dan lain-lain keuntungan.

Terbangun dari mimpi.

Ternyata saya hanya mimpi kalau saya menjadi pengusaha, terbangun dari mimpi ternyata saya masih penggangguran.

Apa rencana saya?

Saya bekas bekerja di suatu perusahaan, lazimnya saya digaji, diberi uang transport, jaminan sosial dan lain-lain sebagainya, tetapi saya bekerja hanya dikasih uang bensin motor saja, sedangkan motornya motor saya, penghasilan saya kalau saya mendapatkan penjualan saya akan mendapatkan penghasilan dari komisi, aduh!!! bagaimana saya bisa hidup? Saya kan perlu makan minimal dua kali sehari, saya harus cuci baju menggunakan sabun dan air, saya harus minum, harus bayar listrik, harus beli beras dan lauk pauk, harus beli sepatu, harus kontrak rumah, kalau saya tidak dapat penjualan maka saya tidak dapat komisi, terpaksa harus puasa kepaksa. Apakah sudah sedemikian parahnya perusahaan-perusahaan di negara tercinta ini? Jangankan ngomong diangkat menjadi pegawai tetap, ini hanya mimpi saja. Perusahaan yang ada hanya bisa menawarkan itu yang dia bisa, tidak mau silahkan hengkang saja, saya akan merekrut lagi pegawai yang mau seperti aturan perusahaan saya.

Tetapi hidup harus terus berjalan, harus dihadapi, masalah harus dihadapi, tidak boleh bunuh diri karena dilarang oleh agama, akhirnya saya punya rencana seperti slogan dari almarhum Bob Sadino : setinggi apapun jabatannya tetap mereka adalah pekerja, sekecil apapun usahanya anda adalah bosnya.

Akhirnya saya mengakat diri saya sendiri menjadi Direktur Utama dari perusahaan terbatas  bayangan saya, saya mau bikin badan hukum tanya-tanya ke Notaris biaya Rp kurang lebih 9 juta, aduh!!! Makan aja sulit ini 9 juta.

Akhirnya diputuskan perusahaan terbatas saya hanya bayangan saja, namanya perusahaan sudah ada, Direktur Utama saya sendiri, dua temen saya jadi Direktur.

Apa usahanya? Palugada = apa lu perlu pasti ada, saya akan cari sumber produk tersebut dengan modal jaminan KTP. Saya merayu pedagang apakah mau saya jualin barang lu, gua cari pembelinya.

Aku ingin buat website dengan kode co.id, he..he..he.. ternyata syaratnya macam-macam, harga hostingnya mahal, Buset Deh aturan apa ini? Akhirnya punya modal hasil komisi penjualan saya beli hostingnya Singapore atau Amerika yang tidak pakai syarat seperti hosting Indonesia. apakah saya bukan nasionalis?

Akhirnya usaha saya berjalan dengan membuat website afiliasi dengan luar negeri, dengan penghasilan rata-rata $300 dollar perbulan (gross). Saya bangga walaupun usaha saya kecil tidak dibantu pemerintah walaupun itu hanya hosting, saya bisa menghasilkan devisa $300 perbulan.  Apakah saya akan dihadang pajak, menjadi wajib pajak? Buset deh kalau saya membayar pajak, malu ngak yah kira-kira pemerintah kepada saya? Kalau kena pajak aturannya bagamana? Apakah sudah dibuat?

Sekian saja dulu mimpinya “kalau saya jadi pengusaha”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.